Skip to main content

Perkembangan Qualcomm Quick Charge Dari 1.0 ke 3.0

Hasil gambar untuk qualcomm quick charge

Qualcomm Quick Charge versi 1 (QC 1.0)

Qualcomm Quick Charge versi 1 (QC 1) mulai dikembangkan untuk produk smartphone sejak tahun 2013 hingga 2014. Beberapa diantaranya yang memiliki fitur QC 1 ini antaralain, yaitu Galaxy S5, Note 3, generasi pertama MotoX, Nexus 5 dan beberapa merek lain. Quick Charger 1.0 menggunakan voltase 5V, dan maksimum power hingga 10W.

Qualcomm Quick Charge versi 2 (QC 2.0)

Mulai tahun 2014 hingga sekarang Qualcomm Quick Charge 2.0 mulai ditanamkan ke berbagai smartphone yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 600, 200, 400, 410, 615, 800, 801, 805 dan 810 terbaru seperti Galaxy S6, S6 Edge, Note 4, Note Edge, LG G4, One M8, M9, Asus ZenFone 2, Moto X 2014, Nexus 6, Droid Turbo dan model lainnya.
Quick Charger 2.0 dapat mengisi baterai hingga 50% dalam waktu 30 menit. Quick Charger menggunakan voltase berbeda, dengan charger biasa mengunakan 5V, sedangkan Quick Charger 2.0 memiliki output voltase lebih tinggi dari 5V, 9V, 12V dan 20V dengan Current 2 Ampere.

Qualcomm Quick Charge versi 3 (QC 3.0)

Pada tahun 2015 yang lalu, Qualcomm memperkenalkan Quick Charge 3.0. Qualcomm mengklaim bahwa pengisian dayanya 4x lebih cepat dibandingkan proses pengisian daya biasa, dan Quick Charge 3.0 lebih cepat 2x dibandingkan Quick Charge 1.0. Serta 38% lebih cepat dibandingkan dengan Quick Charge 2.0. Dengan hasil seperti itu, maka kamu dapat menggunakan smartphone lebih cepat dan menunggu lebih sedikit.
Generasi terbaru Qualcomm Quick Charge 3.0 ini memungkinkan untuk mengisi baterai smartphone dari 0 sampai 80 persen hanya dalam waktu 35 menit. Dibandingkan dengan perangkat handphone konvensional tanpa Quick Charge yang mungkin membutuhkan pengisian baterai sekitar dua jam lebih.
Kemampuan lain yang dimiliki Qualcomm Quick Charge 3.0, yaitu fleksibilitas terhadap tegangan listrik. Jika Quick Charge 2.0 menawarkan empat pilihan pengisian pada tingkat tegangan di 5V, 9V, 12V dan 20V, Qualcomm Quick Charge 3.0 menyediakan fleksibilitas melalui peningkatan sebesar 200mV secara bertahap dimulai dari 3.6V hingga 20V. Ini memungkinkan smartphone untuk mendapatkan tingkat arus tegangan listrik yang sesuai sehingga transfer daya dan penurunan power lebih optimal.
Pada Quick Charge 3.0, Qualcomm membenamkan fitur INOV (Intelligent Negotiation for Optimum Voltage). INOV merupakan sebuah algoritma yang dapat mengetahui level tenaga yang di minta dari waktu ke waktu. Dengan begitu, transfer daya listrik dapat dioptimalkan.
Selain itu, algoritma ini dapat mengatur jumlah voltasenya secara dinamis. Peningkatannya yaitu 200 sesuai keadaan dari baterai dan charger. Dengan cara ini, pengisian daya menjadi lebih cepat dan rentang voltasenya bisa dari 3.6V hingga 20V tergantung keadaan baterai dan charger.
Quick Charge 3.0 akan mendukung pada perangkat-perangkat smartphone yang menggunakan SoC Qualcomm Snapdragon terbaru, termasuk diantaranya Snapdragon 820, 620, 618, 617 dan 430. Quick Charge 3.0 memberikan fleksibilitas dengan kenaikan 200mV dari 3.6V ke 20V. Pastinya Qualcomm akan merilis prosesor lainnya yang akan mendukung teknologi ini.

Comments

Popular posts from this blog

Penjelasan mengenai Root Android, Kelebihan Root, dan Kekurangan melakukan Root kepada Android

Bagi anda yang mempunyai perangkat Tablet PC atau Ponsel/Handphone berbasis Android pasti sering mendengar Root Android, namun meskipun begitu tidak sedikit orang yang masih belum paham apa itu root serta tujuan melakukan rooting maupun Manfaat/Kelebihan dan Kekurangan melakukan Rooting pada perangkat Android itu sendiri. nah untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya. Apa itu Root Android ?? Root Android adalah proses pemberian hak akses penuh (tak terbatas) terhadap pengguna untuk dapat mengakses sistem OS Android dalam mode super user, dengan begitu user dapat melakukan Kustomisasi baik itu tuning performa OS, mengubah, bahkan menghapus apa saja yang ada pada sistem Android itu sendiri. jadi bagi seorang pengembang software, root dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan apa saja yang ada dalam Sistem Android. Karena fungsinya yang sangat membebaskan seorang user yang mungkin saja bagi seorang pengguna yang kurang memahami proses-proses yang ada dan dapat memberikan resiko ...

Mencoba Xiaomi Mi Band 2, Berikut adalah ulasan mengenai Mi Band 2 dan Spesifikasinya

Xiaomi Mi Band 2 yang memiliki daya pikat tinggi di kategori  smart wearables . Terdapat beberapa perbedaan antara Xiaomi Mi Band 2 dengan dua seri pendahulunya. Pertama, kita akan mulai membahas dari segi desain yang dibawa oleh versi terbaru dari Mi Band, yaitu Xiaomi Mi Band 2. Perubahan pada generasi kedua mi band ini terletak pada layar OLED sebesar 0.42 inch pada bagian depan. Kali ini layar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sport tracker, tetapi juga bisa berfungsi menjadi jam. Kaca bagian depannya sudah dilindungi dengan kaca antigores dan  anti-fingerprint, s ehingga membuat sidik jari kita tidak mudah menempel dan melindungi gadget kita dari keusilan orang lain. Kedua, perbedaan lainnya terletak pada fungsi dari tombol berbentuk bulat yang berada pada fasia depan Xiaomi Mi Band 2 ini. Pada seri terbarunya kali ini, tombol bulatan tersebut berguna untuk menampilkan informasi yang berbeda bila dibandingkan dengan seri - seri sebelumnya. Ketiga, pe...

Manfaat dan Fitur Fingerprint pada Smartphone

Pemindai sidik jari sebenarnya sudah sangat umum digunakan sejak lama. Namun, penggunaannya pada  smartphone  baru populer pada tahun 2007. Itupun masih belum bisa dinikmati oleh pengguna Android. Namun, kini fitur itu kembali populer dan mulai diintegrasikan pada sistem operasi Android Marshmallow. Secara sederhana, fitur ini bekerja dengan merekam dan menyimpan pola sidik jari seseorang. Sejauh ini kebanyakan penggunaannya hanya untuk membuka akses pada  smartphone . Penasaran bagaimana cara kerja pemindai sidik jari? Singkatnya, mesin pemindai sebenarnya hanya menangkap dan menyimpan tiga jenis pola guratan yang ada pada sidik jari saja. Pola tersebut adalah ujung garis ( ridge ending ), garis bercabang ( bifurcation ), dan garis pendek menyerupai titik ( short ridge ). Ketiga detail ini bisa dipastikan tak pernah ditemukan serupa pada setiap sidik jari manusia. Namun, berbeda jika pemindaian dilakukan dengan sensor kapasitans yang menggunakan alat elektronik ...