Skip to main content

Perkembangan Internet Mobile dari 1G hingga 5G

Gambar terkait


1G. Generasi 1

1G merupakan generasi pertama dari dari jaringan seluler, jaringan ini ditemukan pada tahun 1980. 1G merupakan sinyal radio yang ditransmisikan kedalam sinyal analog. Tentunya jaringan 1G ini hanya dapat pesan berbentuk teks dan melakukan panggilan jarak jauh saja. Kelemahan dari jaringan ini adalah ketersediaannya yang terbatas.
  2G. Generasi 2
Jaringan 2G ini sudah mencakup teknologi GSM ( Global System for Mobile Communications ). Generasi 2G ini lahir pada awal tahun 90-an. Teknologi GSM ini banyak diterapkan di telefon genggam. Jaringan 2G ini memungkinkan konektivitas ke seluruh dunia, dalam bentuk Semi Global Roaming. Sinyal radio yang digunakan 2G ini sudah memakai sinyal digital, berbeda dengan generasi sebelumnnya 1G yang menggunakan sinyal analog. Layanan 2G ini sudah menawarkan layanan data dan pesan teks SMS.
Pada tahun 1997 lahir jaringan 2,5G/GPRS ( General Packet Radio Service )sudah dapat digunakan untuk transfer data ( dalam bentuk paket data ) yang berkaitan dengan e-mail, gambar (MMS), dan WAP, serta World Wide Web. Kelemahan dari GPRS ini adalah data GPRS tidak bisa dikirim saat melakukan panggilan suara. Lalu 2,75G/EDGE ( Enchanced Data Rates for GSM Evolutions ) muncul. Secara umum kecepatan EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS.
  3G. Generasi 3
Antara tahun 2001- 2003 munculah jaringan generasi ke-3 3G ini. Jaringan 3G ini tidak memakai frekuensi radio yang sama semacam 2G, jadi pihak operator seluler harus membuat jaringan dan lisensi frekuensi yang baru. Jaringan ini membuat kita dapat melakukan panggilan video dan streaming video, dengan kecepatan unduh kurang lebih 3,1 megabit/detik. Setelah beberapa lama munculah 3,5G/HSDPA ( High-Speed Down-link Packet Access ), teknologi ini mempunyai kecepatan unduh sampai 14megabit/detik ( sekitar 100 kali lipat dari GPRS ).
  4G. Generasi 4
4G/HSPA+ ( Evolved High Speed Packet Access ). HSPA+ ialah evolusi HSPA ( HSDPA dan HSUPA ). Teknologi 4G ini 1000 kali lebih cepat dari GPRS. Kemudian munculah 4G LTE, LTE adalah singkatan dari Long Term Evolution, mengacu pada bagian dari teknologi seluler 4G yang belum sempurna. Karena pada dasarnya 4G mengharuskan batasan kecepatan minimal sebesar 100Mbps. Lalu karena saat ini semua provider belum bisa mencapai kecepatan seperti itu, maka penggunaan LTE digabungkan dengan 4G Di Indonesia sendiri penyebaran 4G lebih cepat daripada 3G. Selain menawarkan kecepatan unduh dan unggah yang sangat cepat , kelebihan LTE lainnya adalah jaringan ini menggunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang dapat mentransmisikan data melalui banyak spektrum radio yang masing-masing memiliki frekuensi sebesar 180KHz.
  5G. Generasi 5
Teknologi 5G ini masih merupakan sebuah konsep, sebab teknolgi 5G ini kabarnya akan diterapkan pada ponsel-ponsel tahun 2020. Tetapi, tentunya 5G ini mengusung konsep kecepatan data yang lebih baik dari 4G, memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu mili detik, dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, peralatan rumah tangga, dan mobil. Teknologi 5G ini diprediksikan memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau 100 kali lebih cepat dari generasi sebelumnnya. Dengan kecepatan seperti ini tentunnya memungkinkan unduh dan unggah dengan sangat cepat !

Comments

Popular posts from this blog

Penjelasan mengenai Root Android, Kelebihan Root, dan Kekurangan melakukan Root kepada Android

Bagi anda yang mempunyai perangkat Tablet PC atau Ponsel/Handphone berbasis Android pasti sering mendengar Root Android, namun meskipun begitu tidak sedikit orang yang masih belum paham apa itu root serta tujuan melakukan rooting maupun Manfaat/Kelebihan dan Kekurangan melakukan Rooting pada perangkat Android itu sendiri. nah untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya. Apa itu Root Android ?? Root Android adalah proses pemberian hak akses penuh (tak terbatas) terhadap pengguna untuk dapat mengakses sistem OS Android dalam mode super user, dengan begitu user dapat melakukan Kustomisasi baik itu tuning performa OS, mengubah, bahkan menghapus apa saja yang ada pada sistem Android itu sendiri. jadi bagi seorang pengembang software, root dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan apa saja yang ada dalam Sistem Android. Karena fungsinya yang sangat membebaskan seorang user yang mungkin saja bagi seorang pengguna yang kurang memahami proses-proses yang ada dan dapat memberikan resiko ...

Mencoba Xiaomi Mi Band 2, Berikut adalah ulasan mengenai Mi Band 2 dan Spesifikasinya

Xiaomi Mi Band 2 yang memiliki daya pikat tinggi di kategori  smart wearables . Terdapat beberapa perbedaan antara Xiaomi Mi Band 2 dengan dua seri pendahulunya. Pertama, kita akan mulai membahas dari segi desain yang dibawa oleh versi terbaru dari Mi Band, yaitu Xiaomi Mi Band 2. Perubahan pada generasi kedua mi band ini terletak pada layar OLED sebesar 0.42 inch pada bagian depan. Kali ini layar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sport tracker, tetapi juga bisa berfungsi menjadi jam. Kaca bagian depannya sudah dilindungi dengan kaca antigores dan  anti-fingerprint, s ehingga membuat sidik jari kita tidak mudah menempel dan melindungi gadget kita dari keusilan orang lain. Kedua, perbedaan lainnya terletak pada fungsi dari tombol berbentuk bulat yang berada pada fasia depan Xiaomi Mi Band 2 ini. Pada seri terbarunya kali ini, tombol bulatan tersebut berguna untuk menampilkan informasi yang berbeda bila dibandingkan dengan seri - seri sebelumnya. Ketiga, pe...

Manfaat dan Fitur Fingerprint pada Smartphone

Pemindai sidik jari sebenarnya sudah sangat umum digunakan sejak lama. Namun, penggunaannya pada  smartphone  baru populer pada tahun 2007. Itupun masih belum bisa dinikmati oleh pengguna Android. Namun, kini fitur itu kembali populer dan mulai diintegrasikan pada sistem operasi Android Marshmallow. Secara sederhana, fitur ini bekerja dengan merekam dan menyimpan pola sidik jari seseorang. Sejauh ini kebanyakan penggunaannya hanya untuk membuka akses pada  smartphone . Penasaran bagaimana cara kerja pemindai sidik jari? Singkatnya, mesin pemindai sebenarnya hanya menangkap dan menyimpan tiga jenis pola guratan yang ada pada sidik jari saja. Pola tersebut adalah ujung garis ( ridge ending ), garis bercabang ( bifurcation ), dan garis pendek menyerupai titik ( short ridge ). Ketiga detail ini bisa dipastikan tak pernah ditemukan serupa pada setiap sidik jari manusia. Namun, berbeda jika pemindaian dilakukan dengan sensor kapasitans yang menggunakan alat elektronik ...